Berita

 

Mitra PKBI, di negara berkembang seperti Indonesia, perempuan akan terdampak lebih keras akibat COVID-19: sebanyak 70% perempuan bekerja di sektor informal—dengan akses perlindungan sosial yang terbatas dan pemasukan harian yang membuat mereka tidak mendapatkan upah ketika tidak bekerja. Sementara itu, kebanyakan pekerjaan di sektor informal bergantung pada keramaian dan interaksi sosial—yang kini telah dibatasi untuk memperlambat penyebaran virus.

COVID-19 membuat penghasilan perempuan menurun dan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja semakin menurun.

UN Women merekomendasikan negara-negara untuk membuat sistem jaring pengaman sosial yang sensitif gender, beberapa di antaranya adalah dengan menyalurkan uang tunai kepada perempuan, menggunakan program perlindungan sosial yang telah ada.

Salah satu kelompok perempuan yang terdampak adalah perempuan hamil dan menyusui, yang seharusnya mendapatkan asupan nutrisi yang baik dalam keberlangsungan dan proses bereproduksi.

PKBI Jawa Barat menerima dan menghimpun donasi yang dikirimkan melalui rekening PKBI Jawa Barat dan dapat diserahkan langsung ke sekretariat PKBI Jawa Barat.
Donasi ini akan diserahkan kepada ibu hamil dan menyusui yang mengalami kesulitan memenuhi nutrisi dan kebutuhan pokok akibat covid 19.

Mari berdonasi

#pkbijabar
#donasicovid19

Pada tanggal 17 Agustus 2019, Indonesia genap berusia 74 tahun. Hari kemerdekaan Indonesia adalah hari dimana bangsa Indonesia dengan bangga memperingati peristiwa bersejarah dan jasa para pahlawan kita.

Hari Sabtu kemarin (17/08/2019), LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak) mengadakan kegiatan perayaan HUT ke-74 RI bersamaan dengan memperingati “International Youth Day” yang bertemakan “Education Transformation”. Kegiatan ini bertempat di LPKA Bandung.

Remaja di LPKA yang terbiasa mengikuti kegiatan sesuai jadwal yang telah ditentukan kini melepas penat dengan bersorak gembira karena diadakannya kegiatan tersebut. Mereka sangat antusias dan bersemangat mengikuti rangkaian acara di  kegiatan ini. Acara diisi dengan diskusi dan pemberian informasi serta aneka lomba.
Read More

 

Nota Kesepahaman bersama :

  1. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  2. Kepolisian Republik Indonesia Daerah Jawa Barat
  3. Kejaksaan Tinggi Jawa Barat
  4. Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat
  5. Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat
  6. Komisi Penanggulangan Aids Provinsi Jawa Barat
  7. Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia
  8. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Provinsi Jawa BaratRead More

PKBI Jawa Barat adalah mitra Yayasan Spiritia yang menjadi salah satu Sub Recipient (SR) dalam program Indonesian HIV Response : Ending Epidemic HIV 2030. Saat ini PKBI Jawa Barat sedang mengembangkan modul pencegahan HIV-AIDS pada komunitas penasun usia muda dan pasangan penasun.

Kami mengundang para ahli/konsultan yang memiliki kompetensi untuk mengembangkan :

  1. Modul penjangkauan dan pendampingan pada komunitas penasun usia muda
  2. Modul penjangkauan dan pendampingan pada pasangan penasun

Kirimkan letter of interest dan curriculum vitae melalui email pkbijabar@pkbi.or.id paling lambat tanggal 10 Februari 2019

PKBI Jawa Barat melaksanakan musyawarah daerah yang ke XIII pada tanggal 21-22 Desember 2018, kegiatan ini melibatkan pengurus nasional dan tamu undangan dari berbagai elemen seperti pemerintahan, organisasi masyarakat, akademisi dan media massa.

Di hari pertama diadakan pentas seni tari dari Srikandi pasundan dan pertunjukan musik dari anak binaan LPKA Bandung (Lembaga Pembinaan Khusus Anak) dilanjutkan diskusi mengenai isu stunting dengan narasumber wakil ketua PKBI Bpk.DR.Dr.Tb.Rachmat Sentika,Sp.A.,MARS, Dinas Kesehatan Prov.Jabar dan praktisi kesehatan. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek untuk usianya, kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal kehidupan setelah lahir tetapi baru nampak setelah anak berusia 2 tahun.

Berdasarkan data di Jabar tahun 2013 angka kasus stunting mencapai 35,3 % dan pada tahun 2018 turun menjadi 31,1 %. Stunting disebabkan faktor multi dmensi seperti praktek pengasuhan yang tidak baik, terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC-Ante Natal Care, Post Natal dan pembelajaran dini yang berkualitas, kurangnya akses ke makanan bergizi, kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi, penanganannya perlu dilakukan oleh multi sektor.Read More

Pada tanggal 16 – 19 September 2018 telah dilaksanakan pertemuan koordinasi dan evaluasi antara SR (Sub Recipient) dan SSR (Sub-Sub Recipient) di Hotel California – Bandung , dalam pertemuan ini dihadiri oleh 2 orang perwakilan PR (Principal Recipient) Yayasan Spiritia. Pertemuan yang diadakan rutin setiap 6 bulan sekali tersebut, membahas administrasi laporan keuangan yang harus sesuai dengan aturan, capaian program, temuan monitoring & evaluasi, kemudian presentasi dari tiap SSR.Read More