Perlukah Bersihkan Vagina dengan Produk Feminine Hygiene?

Ketika berbicara tentang kebersihan reproduksi perempuan, pasti kita langsung teringat dengan produk-produk feminine hygiene yang mengklaim bisa mencerahkan, membersihkan, dan menghilangkan bau pada vagina. Namun, seiring dengan hadirnya produk-produk tersebut justru muncul banyak pro dan kontra. Jadi sebenarnya, perlu nggak sih menggunakan produk feminine hygiene untuk membersihkan vagina? 

Sebelumnya, Ketahui Bahwa Vagina dan Vulva Itu Berbeda.

Penggunaan istilah vagina kerap kali disalah artikan. Vagina merupakan bagian dalam dari sistem reproduksi wanita sedangkan bagian luarnya bernama vulva. Vulva merupakan bagian luar vagina yang meliputi labia major dan minor, uretra, klistoris, dan lubang vagina. 

Jadi, Apakah Kita Perlu Membersihkan Vagina?

Sebagai bagian dalam, vagina tidak perlu dibersihkan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan American College of Obstetricians and Gynecologists, vagina memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri secara berkala dengan cara memelihara keseimbangan pH. Membersihkan vagina sangat tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan infeksi dan mengganggu bakteri “baik” yang ada dalam vagina. 

Contohnya apabila terjadi infeksi yang disebabkan oleh bakteri vaginosis dapat menyebabkan adanya rasa seperti terbakar saat buang air kecil, munculnya cairan berwarna abu-abu, atau keluarnya bau vagina yang mencurigakan. Gejala-gejala tersebut pastinya akan membuat kita tidak nyaman dan bisa memunculkan perasaan untuk lebih sering mencuci vagina, padahal hal itu akan memperburuk keadaan. 

Membersihkan Vulva Lebih Dianjurkan Tetapi Harus Hati-Hati

Berbeda dengan vagina, vulva bisa dibersihkan dengan berbagai cara. Namun beberapa penelitian menyatakan bahwa cara terbaik untuk membersihkan vulva adalah menggunakan air hangat. Jika masih ada pertanyaan, “Tapi boleh nggak sih membersihkan vulva pakai produk feminine hygiene?”

Dalam artikel jurnal “Role of female intimate hygiene in vulvovaginal health: Global hygiene practices and product usage” dijelaskan bahwa membersihkan vulva dengan menggunakan air sudah sangat cukup. Namun bukan berarti menggunakan produk feminine hygiene dilarang. Menggunakan produk feminine hygiene untuk membersihkan vulva masih diperbolehkan dengan syarat-syarat tertentu. 

Jika ingin membersihkan vulva dengan produk feminine hygiene, pastikan produk hanya digunakan di bagian vulva (jangan sampai masuk ke dalam vagina), tidak ada kandungan detergen dalam produk, hipoalergenik, memiliki pH yang sama dengan pH vagina (3,5 – 4,5), tidak ada kandungan pewangi atau parfum, dan tidak terlalu sering digunakan. Meski sudah menggunakananya dengan hati-hati, pemakaian produk feminine hygiene masih memiliki peluang menimbulkan infeksi dan iritasi.

Cara Terbaik Menjaga Kesehatan Vagina dan Vulva

Selain vagina dapat membersihkan dirinya sendiri dan vulva bisa dibersihkan hanya dengan air bersih, terdapat beberapa cara yang bisa membantu menjaga kesehatan vagian dan vulva, di antaranya:

  1. Gunakan celana dalam berbahan katun; 
  2. Pastikan area vulva dan vagina selalu dalam keadaan kering;
  3. Selalu cuci pakaian dalam sebelum menggunakannya;
  4. Jauhkan dari produk-produk feminine hygiene yang mengandung parfum dalam bentuk apapun. 

Referensi

  • Chen Y, Bruning E, Rubino J, Eder SE. Role of female intimate hygiene in vulvovaginal health: Global hygiene practices and product usage. Womens Health (Lond). 2017. Dec;13(3):58-67. doi: 10.1177/1745505717731011. Epub 2017 Sep 22. PMID: 28934912; PMCID: PMC7789027.

Penulis: Dinda Adistia Meliani –PKBI Jawa Barat

Editor: Titeu Herawati –PKBI Jawa Barat

  • Share This Story

about author

admin

pkbijabar@pkbi.or.id

Administrator Website PKBI Jawa Barat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *